Spesifikasi Layanan Model Bisnis

 MODEL BISNIS

Model bisnis adalah sebuah konsep dasar tentang bagaimana bisnis akan dijalankan, baik secara internal maupun eksternal.  
Secara internal, model bisnis menentukan bagaimana organisasi bisnis akan dibangun agar usaha yang dijalankan mampu terus tumbuh dengan baik. 
Sedangkan Secara eksternal, model bisnis membantu menentukan value apa yang ditawarkan kepada konsumen dan bagaimana cara memperoleh laba dari usaha yang dijalankan.

Model bisnis menentukan bagaimana cara dan nilai apa saja yang ditambahkan oleh suatu perusahaan dalam menawarkan produk maupun jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut.  Model bisnis lama dengan model bisnis sekarang atau masa kini jelas berbeda jauh, perbedaanya yaitu model bisnis lama atau industry lama atau yg lebih dikenal dengan ekonomi industry  lebih cenderung kedalam industry sedangkan dengan Model bisnis baru atau masa kini atau lebih dikenal dengan era informasi tidak memerlukan banyak model besar karena situs-situs penyedia informasi sudah cukup banyak.

Menurut Bplans, secara sederhana model bisnis dapat digambarkan menjadi tiga bagian:

- Jenis produk yang dihasilkan dan ketersediaan tenaga kerja dalam membuat produk tersebut.

      - Strategi pemasaran yang dilakukan, distribusi, pengiriman, hingga proses penjualan. 

      - Strategi harga yang digunakan serta metode pembayaran dari pelanggan.

Manfaat Model Bisnis :

- Unggul dari kompetitor.

- Menarik Perhatian Investor.

- Manajemen keuangan yang teratur.

 Keuntungan dengan menerapkan model bisnis ini antara lain:

Membantu perusahaan untuk mendapatkan informasi terkait bagaimana, dimana, dan kapan produk yang dihasilkan akan berfungsi dengan maksimal.

     - Model bisnis yang baik akan melemahkan kompetitor. Jika perusahaan mampu mengetahui kelemahan model bisnis pesaing, maka perusahaan dapat segera menentukan model bisnis yang dapat menutup celah kelemahan tersebut.

     - Merubah kompetitor menjadi sekutu. Hal ini sebagai akibat karena perusahaan Anda mampu mengidentifikasi kelembahan bisnis kompetitor, dan sebaliknya. Sebagai solusi, maka dibuatlah produk komplementer untuk saling melengkapi.

    TIPOLOGI MODEL-MODEL BISNIS.

Tapscott et al.(2000) menggolongkan Tipologi model bisnis secara elektronik (e-business)kedalam lima macam model berdasarkan tingkat control ekonomis dan tingkat nilai integrasinya.

1. Agora adalah suatu e-business yang merupakan suatu tempat diamana pembeli dan penjual bertemu untuk melakukan transaksi.

2. Agregasi (aggregations) adalah e-business yang menggabungkan (Agregasi) beberapa pemasok kedalam satu buah took online yang nyaman. (control mengorganisasikan sendiri, agregasi rendah) .

3. Aliansi (alliance) adalah kerjasama beberapa anggota untuk mencapai tujuan teertentu. (control mengorganisasikan sendiri, agregasi tinggi).

4. Rantai nilai (value chain) adalah jaringan integrasi vertikal yang menambah nilai ke input berikutnya. Rantai nilai ini akan menyampaikan bagaiman nilai-nilai kepada pelanggan yaitu nilai-nilai yang dapat disediakan oleh perusahaan disekitar produk atau jasa yang dijual seperti :

         Kecepatan layanan.

         Nyaman.

         Personalisasi.

         Harga.

5. Jaringan distrubusi (distrubutiv network) menyediakan jasa mengalokasikan dan mendistribusikan dari pada memproduksi dan mebeli barang-barang, jaa dan informasi. Pengelompokan lainnya dari model e-business adalah mengelompokkannya berdasarkan siapa yang berpartisipasi dalam transaksi yaitu B2C (business to consumer) dan B2B (business to business). Empat modelnnya adalah :

         Toko online

         Penyedia isi

         Pengumpul isis atau pengagregasi isi

         Penyedia infrastruktur.


MACAM-MACAM  MODEL BISNIS.

 1. Franchise

Model bisnis ini biasanya dikenal dengan sebutan waralaba. Konsep dari model ini adalah ketika ada seseorang ingin memulai bisnis, tidak perlu membuat bisnis sendiri dari awal. Cukup menggunakan model yang sudah ada dari brand tertentu, kemudian membayar uang kompensasi kerja sama.

Salah satu restoran terkenal yang menggunakan model ini adalah Mc.Donalds.


2. Marketplace

Di era digital sekarang, marketplace juga menjadi salah satu model bisnis yang sangat terkenal. Marketplace adalah business model yang mempertemukan antara penjual dan pembeli secara online dan biasanya menggunakan situs web ataupun aplikasi.


3. Dropship

Jenis model ini juga mengandalkan online dalam aktivitasnya. Biasanya, orang yang menjalankan jenis bisnis ini disebut sebagai dropshipper. Dropship dinilai keuntungannya relatif kecil, karena pendapatannya dihitung selisih modal untuk membeli produk dan harga yang diberikan kepada konsumen.


 4.  Subscription

Business model ini menerapkan bisnis di mana pelanggan akan dikenakan biaya berlangganan untuk mendapatkan akses dari layanan tersebut. Waktu langganannya pun bermacam-macam, ada yang satu tahun, satu bulan, tiga bulan, dan lain-lain. Nah, di era digital saat ini, sudah banyak bisnis yang menerapkan model seperti ini. Contohnya, Netflix, Spotify,YouTube, dan lain-lain.


5. Manufaktur.

Dalam model bisnis ini, biasanya perusahaan atau pabrik akan membuat sebuah dan menjualnya untuk mendapatkan profit atau keuntungan. Saat melakukan penjualan, manufaktur akan langsung menjualnya kepada konsumen atau bahkan kepada pihak ketiga.


"Semoga penulisan ini dapat dipahami dan bermanfaat untuk kalian semua".


Link Youtube Kelompok 3:

                                                Spesifikasi Layanan Model Bisnis

https://youtu.be/IRFsHxOoPBU


Sumber : 

https://glints.com/id/lowongan/business-model/#.YH39B2czbIU

https://blog.zahiraccounting.com/apa-itu-model-bisnis-dan-seberapa-pentingnya/




Komentar

Postingan populer dari blog ini

RANGKUMAN IT SERVICE MANAGEMENT

RANGKUMAN (LANJUTANNYA) IT SERVICE MANAGEMENT