Hubungan Manusia dengan Kebudayaan,Cinta Kasih dan Keindahan
1. Manusia Dengan Kebudayaan.
Secara bahasa,
manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti
berfikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk
lain). Sedangkan secara umum pengertian kebudayaan merupakan jalan atau arah
didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani
maupun rohani.
Secara sederhana, hubungan
antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan
dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan oleh manusia.
Manusia mempunyai empat kedudukan
terhadap kebudayaan yaitu sebagai:
- Penganut kebudayaan,
- Pembawa kebudayaan,
- Manipulator kebudayaan
- Pencipta kebudayaan.
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan : dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya walaupun dua
duanya berbeda tetapi tetap satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan dan
setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar
sesuai dengannya. Tampak akhirnya keduanya merupakan satu kesatuan.
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini
dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat
dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling kait satu sama lain.
2. Manusia Dengan Cinta Kasih.
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S
Poerwa Darminta,
kata cinta adalah
rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat
kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya
perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan, dengan demikian
arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa
cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang)
kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih.
Pengertian
tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono, dikatakan
bahwa cinta memiliki tiga unsur beserta penjelasannya yaitu:
- keterikatan adalah adanya perasaan untuk
hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang
lain kecuali dengan dia, kalau janji dengan dia harus ditepati.
- Keintiman yaitu adanya
kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan
dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu,
saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan, sayang
dan sebagainya.
- kemesraan. yaitu adanya rasa ingin
membelai dan dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya
ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang,dan seterusnya.
a. Kasih sayang
diartikan dengan perasaan sayang, perasaan cinta atau
perasaan suka kepada seseorang. Dalam kasih sayang, sadar atau tidak
masing-masing pihak di tuntut untuk tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran,
saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan
kesatuan yang bulat dan utuh.
b. Kemesraan
adalah hubungan akrab antara
pria-wanita atau suami-istri dan merupakan bagian hidup
manusia. Kemesraan juga dapat membangkitkan daya kreativitas
manusia untuk menciptakan atau menikmati seni budaya, seni sastra, seni musik,
seni tari, seni lukis, dan sebagainya.
c. pemujaan
adalah perwujudan cinta manusia
kepada Tuhan. Pemujaan juga dapat berupa: sembayang sebagai media
berkomunikasi, membangun tempat beribadah yang sebaik dan seindah mungkin,
menciptakan lagu, puisi, novel, film, dan sebagainya.
3. Manusia dan Keindahan
Keindahan berasal dari kata “indah”, berarti
bagus, cantik, molek dan sebagainya.
Benda yang mengandung keindahan
ialah segala hasil seni dan alam semesta ciptaan Tuhan.
Keindahan adalah identik
dengan kebenaran.
Menurut luasnya keindahan
dibedakan atas tiga pengertian yakni:
-keindahan dalam arti
luas : adalah mengandung ide kebaikan, watak, hukum, pikiran,
pendapat dan sebagainya.
-keindahan
dalam estetik : adalah keindahan berdasarkan penglihatan
(misalnya pada seni pahat dan arsitektur) dan “harmonia” untuk keindahan
berdasarkan pendengaran (musik)
-keindahan dalam arti
terbatas : adalah berupa keindahan bentuk dan warna, menyangkut
benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan.
Adapun Ciri - Ciri Keindahan yaitu segala benda yang mengandung:
a. kesatuan (unity)
b. keselarasan (harmony)
c. keseimbangan (balance),
d. pertentangan (contrast).
Faktor-faktor
Pendukung Seniman Menciptakan Keindahan ada dua:
1. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia
untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan suatu proses bermeditasi
merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna,
manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan.
2. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk
menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
Renungan
Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam
memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah
hasil merenung.Biasanya manusia akan merenung apabila ada sesuatu atau musibah
yang terjadi.
Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa
teori antara lain :
1. Teori pengungkapan : Dalil dari teori
ini ialah bahwa seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia.
Dengan demikian pengungkapan itu berwujud sebagai gambaran angan-angan seperti
misalnya images wama, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti
menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar.
Pengalaman estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalam gambaran
angan-angan.
2. Teori metafisik : Teori semi yang
bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari
Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati,
konsepsi keindahan dan teori seni. Jadi karya seni adalah tiruan dari suatu
tiruan lain sehingga bersifat jauh dari kebenaran atau dapat menyesatkan.
Keserasian
keserasian berasal dari kata serasi dan
dari kata dasar rasi yang artinya cocok, kena benar dan sesuai
benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan,
pertentangan, ukuran dan seimbang. Keserasian identik dengan keindahan.
Keserasian merupakan bagian atau yang dapat mewujudkan
keindahan. Karena itu sebagian ahli pikir berpendapat, bahwa keindahan
ialah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal.
misalnya ada suatu contoh: Bangunan arsitektur
Yunani Kuno yang terdiri dari atap yang tersusun yang ditopang tiang-tiang
besar dengan ukuran yang seimbang, sehingga tampak harmonis dan serasi.
Komentar
Posting Komentar